Sabtu, 15 Desember 2012

ANTIOKSIDAN


ANTIOKSIDAN

        Antioksidan adalah senyawa yang memiliki kemampuan mengatasi atau menetralisasi radikal bebas. Kemampuan itu membuat tubuh terbentengi dari segala gangguan kesehatan, baik yang berasal dari dalam maupun luar tubuh. Perbagai penyakit, termasuk kanker pun bias dilibas. Untuk yang sehat jalan menuju kondisi bugar semakin lapang. Yang tak kalah menggembirakan, antioksidan bisa menghambat proses penuaan.
       Yang termasuk dalam antioksidan adalah beta karoten, vitamin C, dan vitamin E. Untuk memperoleh antioksidan bisa dilakukan dengan mengonsumsi sayur antara lain bayam, brokoli, dan wortel, serta perlabagai buah seperti apel, pisang, jambu, ginseng, gingko biloba. Bisa pula dari suplemen viamin A,C,E, dan beta katoren. Selain itu rempah-rempah macam bawang, angkak   dan keluwak juga merupakan penyumbang antioksidan yang baik.
        Antioksidan mempunyai musuh bebuyutan yang mesti ditumpas, namanya radikal bebas. Ia adalah atom-atom atau sekelompok atom yang mengandung elektron tak berpasangan sehingga tidak stabil. Karena elektron mempunyai kecenderungan kuat untuk berpasangan, maka radikal bebas bertendensi kuat untuk merampas electron dari atom lain secara membabi buta. Karena keliarannya itulah maka disebut sebagai radikal bebas. Atom lain yang salah satu elektronnya dicuri juga menjadi radikal bebas, yang kemudian disebut sebagai radikal bebas sekunder. Proses ini akan berlangsung secara berantai, karena radikal bebas sekunder ini akan merampas pula elektron dari atom lain, sehingga akhirnya proses berantai ini akan mengakibatkan kerusakan biologis.
         Radikal bebas merusak molekul makro pembentuk sel, yaitu protein, karbohidrat, lemak, dan deaxribo mucleic acid (DNA). Akibatnya, sel menjadi rusak, mati, atau bermutasi. Peristiwa ini menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai penyakit dan proses penuaan sel. Penyakit yang bias muncul akibat ulah si radikal bebas itu termasuk penyakit degenerative pada usia lanjut, seperti kanker, aterosklerosis, hipertensi, diabetes, rheumatoid arthritis, beragam gangguan inflamasi kronis, gangguan Parkinson, demensia, dan penyakit Alzheimer.
           Sumber radikal bebas bisa berasal dari dalam tubuh kita sendiri (endogen), bisa pula dari luar tubuh (eksogen). Radikal bebas endogen terbentuk sebagai sisa proses metabolism (proses pembakaran) protein, karbohidrat, dan lemak yang kita konsumsi. Sedangkan radikal bebas eksogen berasal dari polusi udara, asap kendaraan bermotor, asap rokok, perbagai bahan kimia, makanan  yang terlalu hangus (carbonated), dan lain sebagainya.
           Untuk menumpasnya serahkan saja pada antioksidan. Peran positif dari antioksidan adalah memperkuat sistem pertahanan tubuh dalam menghadapi pembangkit penyakit yang memasuki dan menyerang tubuh.  
                                                        
Disarikan dari Majalah Intisari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar